Strategi “penyiksaan diri” dalam teori Benoit, seperti yang dilakukan oleh Camat Yudi ini juga pernah menjadi tema utama yang menarik dari tulisan pakar komunikasi yang lainnya, yaitu Burke.

Strategi ini dipandang sangat elegan, karena mengakui kesalahan, dan secara terang benderang meminta pengampunan atas kesalahan tindakan yang sudah dilakukan.

Dampak Camat Yudi Minta Maaf

Meskipun (mungkin) masih ada wartawan yang kecewa atau yang kesal atau persoalannya belum tuntas, dalam pandangan saya, strategi restorasi citra Mortification yang dilakukan Camat Yudi ini merupakan pilihan yang terbaik.

Merasa bersalah, kemudian meminta maaf adalah merupakan perbuatan yang terpuji, karena seseorang yang berani meminta maaf sejatinya telah menunjukkan keberaniannya dalam berkomitmen untuk bersegera memperbaiki diri.

Kemurian mengakui bersalah, dan meminta maaf dari orang-orang yang telah dirugikan atau tersinggung adalah sikap yang baik.

“Jika kita percaya permintaan maaf itu tulus, kita akan memaafkan suatu kesalahan” tulis Prof. William Benoit.

Meskipun hubungan dengan wartawan masih berproses, namun dari hasil monitoring media membuktikan bahwa kegaduhan di masyarakat sudah berkurang jauh. Demikian juga di ruang medsos dan ruang publik.

Asalkan kesalahan yang sama jangan diulang, menurut saya Strategi Mortification ini terbukti sangat efektif sebagai upaya stategis untuk meredam krisis, memulihkan citra, atau reputation recovery, atau image restoration. (*)

Oleh: Budi Purnomo S.IKom, M.IKom, Pemimpin Redaksi Hallobogor.com — Hallo Media Network.