Sanksi atas pelanggaran kode etik jurnalistik dilakukan oleh organisasi wartawan dan atau perusahaan pers.

Keempat, kirimkan klarfikasi ke redaksi untuk segera dipublikasikan

Narasi klarifikasi yang sudah dibuat dengan teliti dan terstruktur segera dikirimkan ke redaksi untuk diterbitkan, pada kesempatan pertama.

Jika hasil publikasinya bagus dan sesuai harapan serta dipercaya bisa memulihkan reputasi Anda, segera sebarluskan ke berbagai medsos.

Kelima, Bagaimana jika munculnya berita negatif ini berasal dari Anda sendiri?

Nah, ini kan ibarat pepatah mulutmu hatrmaumu, dalam kondisi yang sudah terlambat. Nasi sudah menjadi bubur.

Satu-satunya cara yang ditawarkan untuk mengatasi situsi ini hanya ada dua kata saja, yaitu MINTA MAAF.

Cara Mortification ini menjadi alternatif paling akhir yang disebut oleh Prof. William Benoit dalam Image Restoration Theory (teori pemulihan citra).

Strategi ini dinilai sangat elegan, karena mengakui kesalahan, dan dengan jelas meminta pengampunan atas kesalahan tindakan yang sudah dilakukan.

Bahkan srategi “penyiksaan diri” dalam teori Benoit pernah menjadi tema utama yang menarik dari tulisan pakar komunikasi yang lainnya.

Penutup

Meskipun upaya diatas, tidak secepat membalikkan tangan dari berita negatif secara langsung menjadi positif, namun langkah-langkah yang dilakukan adalah upaya yang baik.

Selanjutnya, jaga reputasi Anda, jangan ada berita negatif yang muncul karena kesalahan sendiri, teruslah beternak berita positif, jika ada berita negatif langsung saja diklarifikasi.

Jika upaya ini dilakukan secara konsisten dan konstan, cepat atau lambat reputasi Anda akan menjadi pulih kembali. Semoga.

Oleh: Budi Purnomo S.IKom, M.IKom, praktìsi komunikasi, dan owner blog Budipurnomo.com