Tidak cukup sebatas kaget dan bingung, Anda harus segera mencari solusi untuk masalah ini dengan melakukan langkah yang tepat.

Pertama, baca dengan teliti isi berita negatif

Mulai dari judul hingga berita paling akhir agar dibaca dengan teliti bagia berita mana ya kurang tepat, salah, bahkan yang kesalahnya sangat fatal. Catat dengan rapi.

Cek juga narasumber yang salah membuat statemen, pelajari siapa beliau dan bagaimana latar belakangnya.

Kedua, siapkan narasi untuk melakukan klarifikasi

Berita yang salah jangan jangan dibiarkan mengendap terlalu lama di media online. Kalau media suratkabar berita kemarin bisa hilang hari ini, begitu juga majalah.

Media online tidak begitu. Sepanjang masih online, berita-berita itu bisa muncul, jika dipanggil

Itulah sebabnya, saya sarankan segera membuat klarifikasi terkait berita negatif tersebut secara rapi dan terstruktur.

Ketiga, manfaatkan hak koreksi dan hak jawab

Sesuai dengan ketentuan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) maupun Pedoman Media Siber, media diwajibkan melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.

Hak jawab adalah hak seseorang atau sekelompok orang untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan berupa fakta yang merugikan nama baiknya.

Hak koreksi adalah hak setiap orang untuk membetulkan kekeliruan informasi yang diberitakan oleh pers, baik tentang dirinya maupun tentang orang lain.

Proporsional berarti setara dengan bagian berita yang perlu diperbaiki. Penilaian akhir atas pelanggaran kode etik jurnalistik dilakukan Dewan Pers.