Mereka akan melakukan door stop untuk mengorek tambahan informasi langsung dari Anda. Puluhan alat rekam dan mic televisi mengarah ke mulut Anda, sementara cahaya lampu kamera menyorot tajam ke wajah Anda.

Wartawan hukum dan kriminal ini adalah wartawan yang cerdas, dan memiliki bacground info yang cukup lengkap (yang tentu saja akan merugikan Anda) karena berasal dari aparat yang akan Anda hadapi.

Sehingga meskipun Anda diam membisu, tidak mau ngomong apapun, atau berlari menghindari kejaran wartawan, atau memasang raut muka yang kejam apalagi menangis, itu sudah cukup bahan untuk jadi berita besar.

Persiapan yang Harus Dilakukan

Nah, menghadapi persoalan seperti ini, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan sebagai berikut :

1. Persiapan mental Anda.

Persiapan mental (dan spiritual juga) sangat penting karena akan menentukan langkah komunikasi Anda selanjutnya.

Seperti dijelaskan di depan, bukan hanya aparat yang Anda hadapi, tapi juga wartawan. Karena itu baik sekali, jika selain didampingi konsultan hukum, juga perlu ada konsultan komunikasi – jika tidak siap mental.

2. Hadapi dengan baik.

Dengan kesiapan mental yang cukup, Anda tidak perlu berlari-larian kesana kemari menghindar dari wartawan. Kenapa? Pada saatnya pasti akan ketemu mereka, lebih baik hadapi saja dengan baik.

Dengan mental yang kuat, persiapan yang matang, serta simulasi yang sudah dibrief oleh tim komunikasi Anda, maka menghadapi wartawan sebanyak apapun akan lebih mantap. Berita juga tidak mengambil judul “koruptor lari tunggang langgang”, atau yang seperti itu.

3. Jangan emosi dan temperamen.

Kalem saja, Anda harus ikhlas menghadai wartawan hukum dan kriminal. Pasti banyak pertanyaan pers yang membuat Anda merasa terteror, tapi Anda jangan terpancing. Jika terpancing, bisa jadi judul beritanya adalah apa yang Anda ekspresikan.

4. Jangan over acting.

Yang bisa melakukan aktifias over acting ini adalah bodiguard atau pengawal Anda baik yang disewa dari pihak luar ataupun pihak internal. Dengan alasan melindungi Anda atau ingin terlihat prosesional di mata bos namun pada kenyataannya menyulitkan wartawan yang akan memotret.