Oleh : Budi Purnomo Karjodihardjo

SUDAHKAH Anda mengecek reputasi di dunia online? Cara yang paling sederhana adalah dengan mengetik nama Anda (atau korporasi) di situs mesin pencari terbessar di dunia, yaitu Google.

Apa hasilnya? Jangan terkejut jika menemukan berita negatif berada pada peringkat halaman pertama hasil pencarian Google. Lebih baik, Anda berpikir tenang agar bisa menemukan solusi terbaik untuk masalah ini.

Memang kondisi ini sudah masuk ke tahapan krisis. Berita negatif bisa berdampak buruk pada kehidupan pribadi/profesional (atau korporasi) Anda. Reputasi yang buruk bahkan rusak, akan menyulitkan untuk mendapatkan mitra/bisnis baru.

Itulah sebabnya, perlu ada segala daya dan upaya, strategi dan taktik secara cepat dan tepat — agar bisa menjadi jalan keluar dan solusi untuk masalah ini. Yaitu menghapus berita negatif, atau setidaknya meminimalkan visibilitas publik dalam hasil pencarian Google.

Mengapa Berita Negatif Muncul di Google?

Investor pasar modal terbesar dunia Warren Buffet pernah mengatakan bahwa membangun reputasi yang baik memerlukan waktu yang panjang (bisa puluhan tahun). Namun sebaliknya, reputasi bisa rusak dalam tempo satu hari saja.

Baca : Strategi PR Pilihan Dato Sri Tahir untuk Merestorasi Citranya

Buffet benar, selain membutuhkan waktu, untuk membangun dan menjaga reputasi korporasi/personal juga menelan biaya yang besar. Sayangnya, reputasi yang kokoh pun bisa runtuh oleh satu berita negatif di media online, atau jatuh gara-gara satu cuitan di media sosial.

Nah, ketika suatu berita negatif itu dipublikasikan secara online di media, ada kemungkinan besar berita negatif korporasi/Anda itu akan masuk peringkat pada halaman pertama hasil pencarian tema yang terkait.

Anda mungkin bertanya-tanya mengapa ini bisa terjadi? Mengapa berita negatif bisa muncul di peringkat di atas mesin pencari, padahal berita positif juga sudah dimunculkan, selama bertahun-tahun di web lainnya.

Ada 3 faktor utama mengapa ini bisa terjadi:

Pertama, Faktor Klik. Faktor peringkat pencarian # 1 atau jumlah klik yang diperoleh oleh tautan tertentu pada suatu waktu.  Secara umum, semakin banyak klik pada tautan, maka peringkatnya dalam hasil pencarian juga akan semakin tinggi.

Ketika orang mencari nama atau bisnis Anda, pada umumnya pembaca memiliki cenderungan untuk mengklik berita negatif terlebih dahulu, daripada mencari informasi berita positif. Hal inilah yang menyebabkannya peringkat berita negatif mendapat posisi yang lebih tinggi dalam hasil pencarian.