Oleh : Taktik PR

PERTARUNGAN untuk memperebutkan kursi Bos BUMN akan sangat ketat. Menjadi bos BUMN bukan hanya urusan bisnis, kinerja, maupun track record para kandidat, namun juga urusan politik.

Sudah menjadi rahasia umum dari jaman dulu hingga saat ini, keterlibatan dunia politik dalam pusaran rotasi dan pergantian bos BUMN Ini sangat kental.

Menteri BUMN Erick Thohir sempat menyampaikan bahwa sebanyak 142 BUMN di bawah binaanya membutuhkan tim bagus dalam mendongkrak kinerja, sehingga ia melakukan restrukturisasi terhadap beberapa di antaranya.

“Orang-orang bagus pasti akan kita rekrut lah, 142 BUMN kan perlu komisaris utama dan direktur utama yang bagus-bagus,” kata Erick ditemui saat menghadiri peluncuran B30 di SPBU MT Haryono, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Dengan demikian, perebutan kursi bos BUMN pasti akan berlangsung sengit, tapi diam-diam. Ya, seperti api di dalam sekam.

Bukan hanya di internal BUMN yang bersangkutan, namun antar Bos BUMN yang ingin duduk di kursi bos BUMN yang berkapitalisasi besar.

Baca : Dato Sri Tahir Sebaiknya Memulihkan Citra dan Reputasinya

Belum lagi, jika ada faktor titipan politik, baik dari pihak lingkaran istana, partai politik, atau pun tim relawan yang (barangkali) ingin menempatkan orang-orangnya — dengan berbagai alasan.

Pertarungan akan lebih kacau lagi, jika calon Bos BUMN (dan Tim Suksesnya) menghalalkan segala cara untuk bisa meraih kursi yang diincarnya. Tentu makin gawat.

Nah, poposal strategi komunikasi di bawah ini adalah sumbangsih kami, sebagai adalah acuan awal untuk membuat kondisi atau pra kondisi yang kondusif untuk melawan pihak-pihak calon bos BUMN, yang :

  • Tidak pantas menjadi bos BUMN, karena memiliki rekam jejak buruk.
  • Menghalalkan segala cara untuk menjadi bos BUMN.
  • Melakukan praktek-praktek yang jahat dan tidak terpuji.
  • Melanggar aturan kontestasi yang sehat sehingga jauh dari prinsip good corporate governance.

Selamat membaca, semoga proposal ini bisa memberikan manfaat bagi kebaikan dan kemajuan BUMN Indonesia ke depan jika dipimpin bos BUMN yang kompeten, kapabel, dan berintegritas. Amin.

Baca juga : Reputasi Rusak? Ingin Menghapus Berita Negatif di Google?


JUDUL PROPOSAL :

“Proposal Strategi PR & Manajemen Reputasi untuk Calon Bos BUMN”

LATAR BELAKANG

  • Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan, proses pergantian Bos BUMN akan berlangsung hingga tahun 2020. (CNBCIndonesia, 14 Nov 2019).
  • Syarat menjadi bos BUMN, menurut Menteri BUMN Erick Thohir punya hal yang baik, dalam hal : Akhlak, Amanah, Empati. (Tribunwow.com, 23 November 2019).
  • Menteri BUMN mengharapkan, Dirut BUMN jangan yang usia 70 tahun atau 65 tahun, kalau bisa di usia ) tahun. (Okezone.com, 15 Desember 2019).
  • Menteri BUMN Erick Thohir akan mencopot terlebih dahulu oknum BUMN yang menggunakan cara kirim foto kegiatan BUMN agar “diperhatikan” menteri, via whatsApp. (Grid.id, 19 Desember 2019)

MASALAH

  • Bos BUMN harus memenuhi kriteria standar yang sudah dipersyaratkan oleh Kementerian BUMN. Selain itu, ada juga kriteria umum dan khusus yang disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.
  • Selain persyaratan administratif, ada faktor penting yang dipercaya bisa mempengaruhi siapa yang menjadi bos BUMN, yaitu faktor : Presiden RI, Menteri yang Berpengaruh, Politik dan Partai Politik.
  • Dengan demikian, persaingan untuk menjadi bos BUMN menjadi sangat ketat, apalagi menjadi bos BUMN yang besar.
  • Sayangnya, dalam setiap persaingan selalu ada saja pihak yang menghalalkan segala cara untuk merealisasikan keinginannya.

SOLUSI KOMUNIKASI

  • Diperlukan upaya lobbying dan komunikasi tingkat tinggi yang dilakukan oleh calon bos BUMN dan Tim Suksesnya.
  • Diperlukan dukungan situasi dan kondisi yang kondusif di dunia media dan dunia online agar tidak mengganggu proses lobbying yang dilakukan, serta melakukan langkah cepat antisipatif, jika terjadi krisis di media.
  • Karena itu, perlu suatu strategi Holistic Coummunication Strategy yang mencakup langkah-langkah Cyber Public Relations (PR), Online Reputation Management (ORM) yang kondusif dan efektif untuk menggolkan tujuan menjadi Bos BUMN

STRATEGI KOMUNIKASI

  • Membuat pra kondisi agar pemberitaan di media tetap kondusif.
  • Memberikan respon cepat dengan tanggapan (klarifikasi), atau hak jawab atau komentar tandingam kepada media, jika ada pemberitaan yang tidak kondusif (ada ulasan, komentar, atau berita yang tidak benar)
  • Tanggapan dari pihak kita bisa dilakukan oleh Third Parties Opinion Leader (tokoh pihak ketiga) dari berbagai kapasitas yang relevan.
  • Strategi pamungkas adalah menghapus berita negatif dari Google Halaman 1. Google adalah situs mesin pencari terbesar di dunia.

Strategi Komunikasi (i)

Pra Pelantikan Bos BUMN

  • Mempersiapkan Press Release (termasuk Biodata dan Foto-Foto personal) yang baik dan disukai media.
  • Mempersiapkan daftar Q&A agar jika ada pertanyaan yang sensitif tetap bisa dijawab atau diantisipasi.
  • Mempersiapkan Tim Opinion Leader yang akan merespon positif terkait penunjukkan bos BUMN, atau menjadi bumper jika ada serangan.
  • Mempersiapkan Tim Online Reputation Mangement (ORP) yang akan menyebarluaskan berita positif yang dimuat media online pada saat pelantikan dan menampilkannya di Halaman 1 Google.

Strategi Komunikasi (ii)

Pada Saat Pelantikan

  • Tim Media Relations akan menyebarkan Press Release ataupun Statemen Menteri BUMN seluas-luasnya ke berbagai saluran media
  • Tim Online Reputation Management (ORP) akan menyalurkan berita-berita yang sudah dipublikasikan di media online ke brrbagai saluran online lainnya, misalnya media sosial, blog, forum, dan sebagainya.

Strategi Komunikasi (iii)

Pasca Pelantikan

  • Melanjutkam kegiatan kegiatan Monitoring Informasi Publik (Program Komunikasi i)
  • Melakukan kegiatan Kliping Publikasi online dan print media. Jika terjadi krisis (karena ada komentar atau betita negatif, maka Tim Media Relations dan Tim ORP langsung bergerak aktif.
  • Tim Media Relations bekerjasama dengan Tim Opinion Leader langsung membuat tanggapan dan klarifikasi pada saat itu juga. Sementara itu Tim ORP berjuang menghapus berita negatif di Halaman 1 Google.

DURASI PROGRAM & BIAYA

Dijelaskan dengan jelas berapa lama program komunikasi ini berjalan, dan berapa anggaran biaya yang diperlukan untuk menjalankan program public relations ini.

PENUTUP

  • Kami menyampaikan terima kasih, atas kesempatan yang diberikan untuk membuat proposal komunikasi ini.
  • Selanjutnya kami menunggu respon yang positif agar dapat segera mengimplementasikan program-program komunikasi yang disetujui, sehingga kegiatan berjalan lebih efektif.
  • Jika ada masukan atau tambahan informasi yang semakin menyempunakan proposal ini, kami juga sangat berterima kasih.

Demikianlah materi proposal berjudul “Proposal Strategi PR & Manajemen Reputasi untuk Calon Bos BUMN” yang kami share kali ini, semoga bermanfaat untuk kebaikan BUMN.

Semoga proposal bisa sampai kepada calon Bos BUMN yang baik, lingkaran keluarganya, anak buahnya yang setia, teman-temannya, atau malah Tim Suksesnya, sehingga proposal ini bermanfaat. Semoga sukses. Salam komunikasi! (*)

Note : Tim Taktik PR membagikan berbagai proposal strategi komunikasi, program PR dan manajemen reputasi melalui blognya, sebagai bentuk kepedulian terhadap industri kehumasan, sekaligus merupakan bagian dari Corporate Social Responsibiliy (CSR), yang diharapkan bisa ada manfaatnya. Jika kesulitan atau ada masalah dalam implementasi program, Tim Taktik PR juga siap membantu. Dengan dukungan Tim Rep+ (Reputasi Plus), Tim Media Center, dan Tim Master SEO Indonesia —  kami siap untuk berdiskusi dan mengeksekusi proposal ini, jika diperlukan.